Rabu, 08 Maret 2023

Neka wenang eme ba rapu kudut ngo boak (jangan bersin ketika membawa mayat untuk dikuburkan)

 Dalam kepercayaan orang Manggarai khususnya masyarakat lame desa golo lobos, bersin pada waktu mengarak mayat menuju liang lahat adalah suatu pertanda akan terjadinya hal buruk. Sehingga bersin atau dalam bahasa Manggarainya sering di sebut dengan “wenang”. Hal ini menjadi sebuah tabu atau pamali atau sering disebut "Ireng" bagi seluruh anggota yang tergabung dalam arakan pengantar mayat menuju liang lahat.

Akibat yang akan timbul jika larangan atau tabu ini dilanggar adalah salah satu dari warga kampung akan meninggal. Menurut kepercayaan orang Manggarai khusus warga lame desa golo lobos, orang yang meninggal dan sedang diarak menuju liang lahat ingin mencari teman (orang lain yang masih hidup) untuk menemani perjalanannya, sehingga akan ada yang warga kampung yang meninggal untuk menyusulnya. Orang Manggarai menyebutnya dengan “kawe hae” (cari teman).

Tabu atau larangan untuk bersin ketika mengarak mayat untuk dikuburkan membuat orang Manggarai khususnya masyarakat lame desa golo lobos tetap meyakini hal tersebut. Tabu atau larangan seperti ini juga membangun sikap dalam diri masayarakat untuk tetap menghormati dan berkomunikasi dengan mereka yang sudah meninggal.

2 komentar:

  1. Sangat bermanfaat bagi kalangan remaja sekarang ini, dengan membaca tulisan ini saya sudah mengetahui ternyata ini juga pamali pada adat istiadat Manggarai.

    BalasHapus

Tarian Caci Budaya Masyarakat Manggarai.

Caci adalah salah satu tarian budaya Masyarakat Manggarai. Tarian Caci ini juga merupakan suatu permainan adu ketangkasan antara dua orang l...