MENGENAL BUDAYA DAN TRADISI MASYARAKAT MANGGARAI
Budaya adalah salah satu ciri khas atau kekayaan dari suatu organisme atau kelompok masyarakat. Manggarai merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan atau tradisi yang unik. Menulis tentang budaya adalah salah satu rasa cinta terhadap tanah air sendiri.
Rabu, 07 Juni 2023
Tarian Caci Budaya Masyarakat Manggarai.
Rabu, 24 Mei 2023
Upacara wagal Masyarakat Manggarai
Rabu, 17 Mei 2023
Tradisi We'e Mbaru
We’e mbaru berasal dari kata we'e dan mbaru. We'e artinya pulang atau kembali, sedangkan mbaru artinya rumah. Makna ritual we'e mbaru bagi masyarakat Manggarai adalah orang Manggarai meyakini bahwa segala sesuatu terjadi berkat penyelenggaraan Mori Agu Ngaran (Tuhan dan pemilik). Membangun rumah, bagi mereka, adalah sebuah momen penting yang diyakini tidak terjadi begitu saja.
Orang Manggarai percaya bahwa mereka berhasil membangun rumah karena kebesaran Tuhan. Sang Pencipta menyediakan batu, kayu, hingga iklim yang baik sehingga pembangunan rumah berlangsung lancar. Melalui tradisi we'e mbaru, orang Manggarai mengucap syukur atas kebaikan Tuhan. Mereka juga bersyukur kepada Tuhan karena tidak ada bencana atau kecelakaan selama proses pembuatan rumah. Dalam ritus itu orang Manggarai juga memohon agar Tuhan memberkati rumah itu beserta seluruh penghuninya dengan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan.
Orang Manggarai juga percaya kalau rumah memiliki pelindung (ata riang agu ata lami). Dalam acara we'e mbaru, mereka memohon izin si pelindung agar bersedia untuk tinggal bersama di rumah itu dan memohon agar mereka menjadi pelindung pemilik rumah. Upacara we'e mbaru biasanya dibuat saat rumah baru siap ditempati atau dihuni. "Sebelum upacara we’e mbaru biasanya tuan rumah mempersiapkan segalanya, seperti ayam untuk persembahan atau babi dan anjing untuk makan bersama serta minuman. Upacara ini dihadiri keluarga, tamu undangan untuk bersama-sama menyaksikan ritual.
Menurut orang Manggarai, rumah baru yang siap ditempati harus dibuatkan ritual we'e mbaru. Tujuannya yaitu menjauhkan gangguan roh halus dari penghuni rumah. "Dalam kepercayaan orang Manggarai, roh-roh jahat diyakini dapat mengganggu penghuni rumah baru kapan saja. Biasanya mereka mengganggu penghuni rumah melalui mimpi-mimpi buruk, penyakit, kecelakaan, dan lain-lain. Tanah, rumah atau kampung diyakini memiliki penjaga atau pemiliknya. Penjaga atau pemilik ini disebut naga tana (penjaga tanah), naga beo (penjaga kampung), naga mbaru (penjaga rumah).
Rabu, 10 Mei 2023
Ritual Barong Wae
Ritual adat "Barong Wae" adalah cara masyarakat Manggarai mengungkapkan rasa syukur atas segala yang telah mereka terima (dalam bahasa Manggarai, rasa syukur disebut penti). Ritual yang diadakan dari tahun ke tahun ini menjadi sebuah gambaran kehidupan masyarakat Manggarai di bumi Nusa Lale.Wae artinya ialah mata air. Mata air atau wae dianggap sebagai hal penting bagi sebuah kampung atau yang disebut beo.
Mata air (mata wae) bagi orang Manggarai adalah salah satu dari beberapa elemen relasi dengan sebuah kampung (beo). Kampung (beo) tempat hidup manusia harus membangun beberapa sayap relasinya.
Pertama, ada sayap relasi ke atau di dalam kampung antara penghuni kampung yang pada prinsipnya diatur menurut usia. Hubungan kekeluargaan (wan koe etan tua, adik kakak dan orangtua) tidak bisa dan tidak boleh dibalik.
Kedua,ada sayap relasil kebun untuk diolah (uma bate duat), yang diatur dalam prinsip kerja olah tanah dan pembibitan (weri wini, wuat wini) agar bisa menghasilkan makanan untuk hidup. Kebun (uma) itu harus dijaga dan dirawat demi hidup.
Ketiga,ada sayap relasi dengan sumber mata air untuk ditimba ( wae teku) dengan prinsip dasar menjaga agar sumber mata air (wae teku) itu tetap memancarkan air dengan deras dan lancar.
Orang Manggarai percaya, mata air adalah hal yang sangat penting dan menjadi tempat tinggal roh di dunia.
Rabu, 03 Mei 2023
Ritus Cear Cumpe Masyarakat Manggarai.
Cear Cumpe merupakan salah satu adat Manggarai yang digunakan untuk pemberian nama bayi secara adat, agar diakui oleh para leluhur sebagai salah satu dari keturunan mereka. Acara ini menjadi salah satu upacara yang dianggap sakral oleh masyarakat Manggarai dan wajib dilakukan.
Cear cumpe yang artinya, yaitu cear artinya membongkar, dan cumpe artinya tempat tidur. Sehingga dapat diartikan bahwa cear cumpe adalah upacara pembongkaran tempat tidur ibu dan bayi yang baru lahir. Upacara ini dibuat sebagai simbol pengabsahan seorang anak yang lahir dan ungkapan rasa haru orang tua dalam mendidik hingga membesarkannya. Cear cumpe juga sangat erat kaitannya sebagai upacara pemberian nama bagi sang anak tersebut. Dalam upacara ini akan disaksikan oleh keluarga dari sang ibu atau disebut dengan (anak rona), keluarga dari ayahnya (anak wina), juga seluruh warga kampong (ase ka’e pa’ang olo ngaung musi).
Dalam upacara cear cumpe ini akan dibuka dengan acara tuak kapu, sebagai simbol pemberian dan sebagai awal mulainya acara tersebut, serta ucapan terima kasih kepada keluarga yang berkenan datang sekaligus memohon doa, berkat, dan restu untuk masa depan sang anak. Ungkapan terima kasih melalui ritus tuak kapu biasanya dilakukan oleh anggota keluarga yang dipercaya oleh pemilik acara cear cumpe tersebut. Selesai acara tuak kapu dilaksanakan, akan dilanjutkan dengan acara pemebrian nama (teing ngasang).
Nama yang akan diberikan oleh orang tuannya akan menjadi nama yang sah yang disebutkan oleh kedua orang tuannya dalam acara pangku ayam (tudak manuk) sebagai hewan kurban dalam acara tersebut. Setelah acara pemberian nama, akan diungkapkan maksud dari perayaan tersebut yaitu, memohon perlindungan dan berkat dari Tuhan (Mori Jari Dedek) dan semua leluhur yang telah meninggal dunia, agar sang bayi tersebut dapat tumbuh dan menjadi anak yang bisa menghargai dan menghormati orang tuannya.
Rabu, 26 April 2023
Ritus Tiba Meka Orang Manggarai..
Sabtu, 15 April 2023
Ritus" Teing Hang" Masyarakat Manggarai.
Tarian Caci Budaya Masyarakat Manggarai.
Caci adalah salah satu tarian budaya Masyarakat Manggarai. Tarian Caci ini juga merupakan suatu permainan adu ketangkasan antara dua orang l...
-
wilayah Manggarai yang terletak di pulau Flores provinsi NTT dibagi mejadi 3 (tiga ) wilayah kabupaten yaitu kabupaten Manggarai, kabupate...