Rabu, 17 Mei 2023

Tradisi We'e Mbaru

We’e mbaru berasal dari kata we'e dan mbaru. We'e artinya pulang atau kembali, sedangkan mbaru artinya rumah. Makna ritual we'e mbaru bagi masyarakat Manggarai adalah orang Manggarai meyakini bahwa segala sesuatu terjadi berkat penyelenggaraan Mori Agu Ngaran (Tuhan dan pemilik). Membangun rumah, bagi mereka, adalah sebuah momen penting yang diyakini tidak terjadi begitu saja.
Orang Manggarai percaya bahwa mereka berhasil membangun rumah karena kebesaran Tuhan. Sang Pencipta menyediakan batu, kayu, hingga iklim yang baik sehingga pembangunan rumah berlangsung lancar. Melalui tradisi we'e mbaru, orang Manggarai mengucap syukur atas kebaikan Tuhan. Mereka juga bersyukur kepada Tuhan karena tidak ada bencana atau kecelakaan selama proses pembuatan rumah. Dalam ritus itu orang Manggarai juga memohon agar Tuhan memberkati rumah itu beserta seluruh penghuninya dengan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan.
Orang Manggarai juga percaya kalau rumah memiliki pelindung (ata riang agu ata lami). Dalam acara we'e mbaru, mereka memohon izin si pelindung agar bersedia untuk tinggal bersama di rumah itu dan memohon agar mereka menjadi pelindung pemilik rumah. Upacara we'e mbaru biasanya dibuat saat rumah baru siap ditempati atau dihuni. "Sebelum upacara we’e mbaru biasanya tuan rumah mempersiapkan segalanya, seperti ayam untuk persembahan atau babi dan anjing untuk makan bersama serta minuman. Upacara ini dihadiri keluarga, tamu undangan untuk bersama-sama menyaksikan ritual.
Menurut orang Manggarai, rumah baru yang siap ditempati harus dibuatkan ritual we'e mbaru. Tujuannya yaitu menjauhkan gangguan roh halus dari penghuni rumah. "Dalam kepercayaan orang Manggarai, roh-roh jahat diyakini dapat mengganggu penghuni rumah baru kapan saja. Biasanya mereka mengganggu penghuni rumah melalui mimpi-mimpi buruk, penyakit, kecelakaan, dan lain-lain. Tanah, rumah atau kampung diyakini memiliki penjaga atau pemiliknya. Penjaga atau pemilik ini disebut naga tana (penjaga tanah), naga beo (penjaga kampung), naga mbaru (penjaga rumah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tarian Caci Budaya Masyarakat Manggarai.

Caci adalah salah satu tarian budaya Masyarakat Manggarai. Tarian Caci ini juga merupakan suatu permainan adu ketangkasan antara dua orang l...