Dalam kehidupan orang manggari dikenal perbedaan antara bantal untuk kepala dan bantal untuk duduk. Bantal kepala digunakan untuk tidur dan bantal duduk digunakan untuk diduduki. Kedua bantal ini memiliki perbedaan yang mencolok jadi sangat mudah unuk membedakannya. Munculnya bantal duduk dalam masyarakat Manggarai salah satunya dipengaruhi oleh kebiasaan orang Manggarai untuk duduk bersial atau selengka di atas tikar, sehingga bantal duduk membantu agar orang mampu duduk dengan lebih nyaman.
Menjadi suatu pamali atau tabu bagi orang Manggarai khususnya bagi orang-orang yang berada di desa golo lobos untuk duduk mengunakan bantal kepala. Larangan ini berlaku bagi semua orang tanp terkecuali. Karena menurut keyakinan orang-orang sekitar daerah tersebut, orang yang menggunakan bantal kepala untuk duduk akan mengalami beti ulu (sakit kepala), sehingga sering didengar orang tua melarang anak-anak “neka lonto lobo bantal jaga beti ulu” (jangan duduk diatas bantal agar tidak sakit kepala).
Tabu atau larangan yang sering di sebut"Ireng" dalam bahasa Manggarai ini menjadi batasan bagi masyarakat terlebih khusus orang orang desa golo lobos agar menghargai orang lain. Karena tidak patut atau tidak sopan jika ada orang yang duduk di atas bantal yang mungkin akan digunakan oleh orang lain untuk membenamkan kepalanya. Maka, larangan ini memiliki fungsi etis dalam bertindak.
Sangat informatif🤗
BalasHapusMenarik sekali kak😁
BalasHapus